Postingan

Pengalaman Seleksi Masuk Universitas Jalur SNMPTN UGM dan Sedikit Tips

Gambar
SMA memang selalu mengesankan. Yup, setidaknya bagiku seperti itu, kalian boleh setuju juga, tapi aku tidak memaksa kalian untuk sependapat denganku. Namun, mengesankan saja tidak cukup untuk tetap tinggal. Sejatinya hidup harus terus berjalan, naik ke level yang lebih tinggi lagi tiap harinya. Seperti halnya SMA ini, setelah aku usai menjalaninya, aku harus melanjutkan hidupku di Universitas. Akhir tahun 2016: Seleksi Tahap 1 Seleksi Tahap 1 adalah seleksi penyaringan siswa dengan nilai rapor tertinggi X%, yang mana variabel X itu bergantung dengan Akreditasi sekolahnya. Jika Akreditasi sekolahnya A, maka siswa yang dapat mendaftar SNMPTN sebanyak 50% dari siswa keseluruhan, jika Akreditasi B, maka siswa yang dapat mendaftar SNMPTN sebanyak 30% dari siswa keseluruhan, Akreditasi C, maka 10%, dan yang belum terakreditasi 5%. Alhamdulillahnya sekolahku termasuk sekolah dengan Akreditasi A, jadi 50% siswa tertinggi di angkatanku nantinya akan mengikuti seleksi SNMPTN. Awalnya sem...

Pengalaman Ditilang Slip Merah; Lupa Bawa STNK

Gambar
Halo tems, aku ingin berbagi pengalamanku, first time ngerasain ditilang hahaha Pagi itu, 09.00, 1 November 2017, saat kuliahku sedang hectic mendekati ujian blok dan kuliah diliburkan seminggu untuk belajar, aku yang nggak tau kenapa suka banget ke Perpustakaan Daerah pun akhirnya memutuskan untuk belajar disana. Biasanya sih aku pergi-pergi pake motor Vario item, tapi waktu itu lagi dipinjem ayah lengkap dengan STNKnya, yaudah yang nganggur adanya motor Beat ya mau gimana lagi. Biasanya juga aku taruh STNK, SIM, KTP, ATM, KTM dan surat macem-macem di dompet, jadi kalo pergi ya tinggal ambil dompet, selesai. Tapi karena waktu itu aku pake motor yang nggak biasa aku pake, jadi lupa deh kalo aku gak bawa STNK wkkwkw 14.00. Waktu berangkat ke Perpusda mah lancar-lancar aja, lewat jalan sepi nan sempit deket SMAku, nah pas pulangnya itu, aku diminta jemput ibu, jemputnya sih bisa lewat jalan yang sama saat berangkat tadi tapi nggak tau kenapa rasanya tangan ini pengen belok lewat jalan...

Pendiamku hanya ingin tahu #3

Halo. Masih dengan masalah yang sama di lingkungan yang sama. Pada postingan #1-ku menyatakan bahwa being introvert is not totally happy. Pada postingan #2, being extrovert is happier than introvert. Yah begitulah kira-kira yang bisa aku simpulin dulu. Terus kenapa ada postingan #3 kalo ending di postingan #2 udah happy? Hmmm... *ikut mikir* Bentar. Bentar. Aku berfikir dulu. Di postingan pertamaku, aku bilang "Guys, punya temen itu seneng banget ya, bisa ketawa-ketawa bareng, bisa gila-gilaan bareng, ya pokoknya bisa ngapa-ngapain laaaah, toh mengingat kita makhluk sosial, kita juga gak akan bisa lepas dari yang namanya 'teman'. Tapi lagi-lagi pertanyaan 'ha nek pendiem? Ha nek gak punya teman?' kembali muncul." sedangkan di postingan keduaku, aku bilang "Punya teman tu rasanya benar-benar kayak agh kugatau lagi mesti gimana ngeskpresiinnya, kalo lagi seneng bisa juga sampe ngakak, kalo lagi sedih bisa juga sampe nangis. Dirimu juga bener-bener kayak b...

Perjalanan ke Lombok #1

Gambar
Hallo! Pakabar? Lama nggak ngeblog nih, dan akan lama nggak ngeblog lagi. Halah. Sebenarnya kagok sih kalo udah vakum lama terus nulis lagi. Kayak aneh gitu. Tapi berhubung puasa, ga sekolah, ga pulang kampung,  jadi selonya dobel dobel. Yeay! Abis-abisin aja tjoy liburannya, liat ntar banyak usek, uprak, dan yang mendukung kegiatan UN baru tau rasa. Fiuh. Adiq gak bisa diginiin bang. Okay, balik lagi ke topik awal. Dikarenakan saya sudah lama tidak berkecimpung di dunia per-blog-an dan dikarenakan keluarga saya sedang liburan tetapi saya tertinggal di rumah sendirian, sudah pasti gabut berat, jadi cuma bisanya nyeritain yang dulu-dulu. Halah. Apalagi ini. Semua berawal dari Proker MPK. Kalo kalian nanya aku MPK nggak, jawabannya enggak. Tapi cerita ini memang berawal dari Proker MPK, yang aku nggak tau pasti gimana bunyinya, yang jelas mereka punya proker buat ngadain karwis. Setelah melalui proses yang panjang kayak milih destinasi, terus voting, terus minta persetujuan ora...

Balik sama temen kelas 10 di kelas 12.

Ben-tar-la-gi-na-ik-ke-las. Kayaknya kebaca deh aku bakal ngebahas apa, habisnya akhir-akhir ini kayaknya tu bahasanku itu-itu mulu. Semoga gak bosen yaah kalian..... *kayak punya pembaca aja-.-* Kai, masih sama kayak postingan-postingan sebelumnya, aku mau bahas kehidupan sosialku yang entah kenapa gak pernah beres. Dua tahun lalu, kubilang aku mencoba introvert, and difinitely gabetah. Setahun lalu, aku mencoba ekstrovert, masih sampe detik ini, mulai nyaman, dan yah aku tak tau harus kuapakan hidup ini wqwq Tahun ini? Setahun kedepan ini? Aku masih berfikir -sedikit- keras bakal gimana, soalnya -nggak tau mesti bilang ini good news apa bad news- aku, teman-temanku kelas 10, kita, balik lagi, balik sekelas lagi. Semi syok sih, tapi habis itu aku nggak tau mesti berekspresi kayak gimana. Aku bener-bener bingung. Bungung banget. Beberapa temenku, yang dulunya, absolutely waktu kelas 10 sekelas sama aku dan kelas 11 juga sekelas sama aku, ada yang berpendapat kalo so excited banget...

Pendiamku hanya ingin tau #2

Halooo gimana kabar kalian? Udah nambah teman berapa banyak? :)) Oya, ngomong-ngomong tentang teman, aku jadi inget postinganku tahun lalu yang berjudul Pendiamku hanya ingin tau , disitu kutulis aku ingin melakukan perubahan dengan pola pertemananku, and I got it. Benar-benar proses yang panjang dan perlu sedikit perjuangan fttt *ngelap jidat wkkw Dulu, setahun lalu, setelah aku selesai menulis postingan tersebut, aku tak hanya berhenti disitu saja, esoknya aku memulainya dengan tindakan. Aku dengan keseharianku yang duduk dengan teman sebangku itu-itu aja mulai menjadi seseorang dengan keseharian berbangku nomaden. Walaupun saat itu juga temanku tersebut datang ke mejaku dan memohon kepadaku agar aku mau duduk sebangku dengannya lagi, namun kutolak mentah-mentah. Tekatku sudah bulat. Aku benar-benar ingin berubah. Diawali dengan kebisaan baruku tersebut, nggak semudah itu aku mendapatkan teman, mungkin karena efek terlalu lamanya pendiamku jadi aku bingung saat ingin memulai pembi...

Ngalor-ngidul level satu

Event pertama sekolah adalah Tutup Buka Tahun dengan mengusung tema Retro. Bagiku hal ini sangat baru mengingat di SMP tak pernah ada acara semacam ini. Maklum SMPku walau ditengah kota tapi anak-anaknya terkenal ndeso dan bureng. Kaget. Takut. Bingung. Seneng. Gak sabar. Semua jadi satu dan tak terdefinisikan. Ada banyak pertanyaan berkelebat seperti aku harus pake baju apa, aku harus gimana, dan semacamnya. Sampai H-1 event tersebut, aku masih belum menemukan baju yang pas untukku. Aku sudah jalan-jalan ke mall, toko baju, pasar, hampir semua tempat tidak menjual baju retro. Kata salah satu temanku, retro itu baju era 8an. Lemari ibu pun tak luput dari sasaranku. Tetap saja aku merasa bingung baju apa yang harus kukenakan besok. Hingga suatu ketika aku mengeluhkan masalahku pada Mbak Oliv, pacarnya Masku. Dari situlah semua masalah terpecahkan. Mbak Oliv nyari kesana-sini baju retro, dari punya ibunya hingga pinjem ke temen-temennya. Kata mbak Oliv “Ama tenang aja to, pokoknya 2 j...