Ternyata Sekacau Ini
Pernah gak sih merasa sendirian? Benar-benar tidak ada orang lain yang bisa mengerti kita? Dan ya, yang bisa kita andalkan hanyalah Allah..
Bulan lalu aku putus dan itu benar-benar menyakitkan. Aku ikhlas jika memang takdirku bukan dia, aku percaya pada Allah bahwa Allah mempersiapkan yang lebih baik daripada dia, tapi menuju proses lupa itu sangatlah sulit dan menyakitkan. Allah aku sekacau itu..
Aku sangat ingin curhat tapi aku merasa orang-orang di sekitarku tidak benae-benar tertarik dengan masalahku, aku merasa bahwa mereka tidak benar-benar peduli dan ingin tahu perasaanku. Beberapa hanya sebatas kepo, beberapa hanya sebatas basa-basi, tapi tidak ada yang benar-benar ingin peduli. Aku bisa merasakannya. Sekali lagi, aku hanya punya Allah. Aku lahir di dunia ini sendiri dan aku akan kembali kepadaNya sendiri pula. Tapi sungguh ini berat..
Dalam hatiku, ada rasa takut sangat besar, aku takut ditinggalkan Allah.. Aku takut Allah membenciku karena aku banyak berbuat dosa.. Aku takut Allah tidak mau menerimaku meskipun aku tahu bahwa Allah Maha Pengampun, Allah Maha Baik...
Selain itu pula, aku sangat takut bahwa sebenarnya alasan Allah tidak mengabulkan doa-doaku, karena doa yang kupanjatkan bertentangan dengan takdirNya. Aku sangat takut aku berjalan dalam kesesatan.. Aku sangat takut selama ini aku bermimpi pada hal yang sebenarnya jauh atau bahkan berlawanan dari apa yang Allah telah gariskan. Aku takut aku salah arah.. Sedangkan jika aku harus balik arah, pasti akan sangat berat...
Allah yang Maha Kaya, Allah yang memiliki alam semesta ini, Allah yang mampu membolak balikkan hati hambaNya, tolong peluk hamba lebih erat lagi, kuatkanlah pundak hamba..
Yogyakarta,
13 Februari 2024
Aku yang sedang dirundung rasa takut dan patah hati.
Komentar
Posting Komentar