Everything's been messed up lately

Belakangan semua orang di dunia ini digemparkan oleh corona. Si brengsek corona. Gak ada satupun orang yang bakal ngira akan ada corona, yang bahkan gak terlihat oleh mata telanjang ini bakal mampu mengubah segala acara yang udah terplan dengan sempurna, jadi kacau balau. Cih hebat kali, gak kaleng-kaleng kemampuannya. Patut diakui.
Kebetulan tahun ini, agenda besarku KKN, terus skripsian, berat memang. Habis itu ada beberapa agenda non akademik kayak masku lamaran-nikah. But yaaa semua messed up. Berkat siapa? Siapa lagi kalo bukan ratu messed up, corona!
Seperti yang udah-udah sebelumnya, aku agak, bukan agak lagi sepertinya, memang orangnya gak mau ada satu momen pun yang rusak dalam hidupku, misalnya kayak masuk kuliah, dulu pengen banget SNM dan aku bakal usaha gimana itu terwujud karena aku percaya sejarah itu akan terukir dan menjadi bagian dari hidupku, jadi selama aku bisa berusaha I'll do my best. Perfeksionis dan idealis kali ya? Atau apalah terserah kalian menjulukinya. Tapi itu semua harus rusak karena corona. KKNku diputuskan tidak ada penerjunan dan digantikan dengan KKN online. for-the-first-time-dalam-sejarah. Skripsiku yang harausnya sempro April ini jadi terpaksa tertunda entah kapan. Everything's been messed up.
Nyinggung ke perasaan, aku percaya ada beberapa pihak diuntungkan karena kejadian corona ini, adekku misalnya, dia seneng banget UN dihapuskan akibat corona. Sangat senang, hidupnya cuma rebahan, main hape, makan, tidur and repeat. Dia bahkan berdoa agar corona gak berhenti dalam waktu dekat ini. Sinting. Iya untuk aku yang kontra akan menganggapnya sinting, tapi toh emang keadaannya begitu, suatu hal pasti menuai pro dan kontra, sesuai porisnya masing-masing, tergantung kita mau berdiri pada sisi yang mana. Kalo kalian nanya aku gimana perasaannya? Hancur. No doubt. Aku bahkan gak ngerti lagi dan butuh waktu agak lama untuk menerima bahwa si bangsat corona ini emang udah digariskan oleh Allah dan menjadi bagian dari takdir semua orang yang masih hidup, di negara manapun. Manusia hanya perencana, Allah tetap yang menentukan. Beberapa hari lalu aku sudah bisa menerima, okee, iyaaa,  fine ini takdir. Tapi makin kesini kok makin gak ada akhlak si bangsat corona ini. Makin ngelunjak. Gak tanggung-tanggung. Aku gak tau lagi sampe harus gimana menghadapinya. Jujur capek banget. Kecewa. Sedih. Takut. Sebel. Semuanya. Tiap mikirin corona rasanya oh shit why should this fucking corona happen?! I have no word to describe corona guys, pokoknya nenek moyangnya bangsat lah ya, sekelas sama dajal. Sekian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Ditilang Slip Merah; Lupa Bawa STNK

Pengalaman Seleksi Masuk Universitas Jalur SNMPTN UGM dan Sedikit Tips

Sajak U dalam dirimu